Rahasia Madu & Yoghurt

Madu obat yang menyembuhkan bagi manusia (QS: An-Nahl: 69) Untuk pemesanan madu habbatussauda murni asli mesir no:1 Hub Bin Muhsin HP: 085227044550 / 021-91913103 email: binmuhsin_group@yahoo.co.id

===

Madu dan yoghurt terbukti dapat mempercantik dan menyehatkan kulit. Mudah didapat, dan bebas efek samping. Silakan dicoba.

YOGHURT
A. PEMBERSIH
Ambil dua sendok teh yoghurt, oleskan langsung ke wajah dan leher. Diamkan 30 menit, bilas dengan air suam-suam kuku.

B. PENYEGAR
Campur jadi satu: ½ cangkir atau 3-4 sendok makan yoghurt, 1,5 sdm madu, 1 buah pisang yang telah dihancurkan. Oleskan pada wajah dan leher, diamkan 15 menit, bilas dengan air bersih.

C. MASKER
Blender campuran 1 buah alpukat dan 1 sdt yoghurt. Oleskan ke wajah dan leher, diamkan 30 menit, bilas hingga bersih. Ambil es, bungkus dengan handuk kecil, gosok perlahan-lahan ke wajah. Kulit wajah akan segar dan bersih.

D. CEGAH PENUAAN DINI
Campurkan 1 kuning telur, 1 sdm yoghurt, 1 sdm madu, dan ½ sdt minyak zaitun. Oleskan pada wajah dan leher. Diamkan 20 menit, lantas bilas dengan air hangat sampai bersih.

TIPS
1. Pilih yoghurt plain
2. Gunakan yang rendah atau tanpa lemak.
3. Cari yang tak mengandung pewarna, pengawet, penambah rasa, atau bahan tambahan lain.
4. Bukan yoghurt yang telah dibekukan.

MADU
MANFAAT
1. Melembutkan dan memberi nutrisi pada kulit. Cocok untuk pelembap atau masker wajah.
2. Madu menjadi sumber energi dan dicerna untuk memulihkan kelelahan agar tubuh fit dan segar.
3. Mengurangi nyeri pada tenggorokan atau luka.
4. Ampuh untuk menyembuhkan jerawat atau infeksi pada kulit.

A. PEMBERSIH
Campur 1 sdt tepung gandum, 1 sdm madu, 1 sdt air mawar, dan 4 tetes minyak zaitun, aduk rata, lalu oleskan pada wajah dan leher. Diamkan 15 menit, bilas dengan air hangat.

B. MASKER PENYEGAR
Kupas 1 buah apel, potong-potong, tambahkan 1 sdm madu, air ½ cangkir, blender sampai halus. Oleskan pada wajah dan leher, diamkan 20 menit, bilas dengan air dingin. Lanjutkan dengan mengompres wajah dengan es batu yang dibungkus handuk, tekan-tekan ke wajah.

C. MASKER PELEMBAB
Campur 2,5 sdm madu dengan 2,5 sdt tepung susu, oleskan ke wajah dan leher. Diamkan 15 menit, bilas dengan air hangat.

D. PELEMBAB BIBIR
Menjelang tidur malam oleskan madu pada bibir yang pecah-pecah.

E. PENYEGAR
Campurkan 1 sdt air jeruk nipis, 1 sdt madu, 2 putih telur. Oleskan pada wajah, diamkan 15-20 menit. Bilas dengan air hangat, keringkan dengan handuk lembut. Cocok untuk kulit normal cenderung berminyak.

TIPS
1. Celupkan sebatang korek api pada madu, lantas nyalakan. Jika menyala berarti madu tersebut murni.
2. Madu yang baik berwarna pekat, antara cokelat tua sampai kehitaman.
3. Tidak ada campuran dengan jenis madu lain.
4. Tidak dikerubuti semut.
5. Tidak mengandung campuran gula pasir atau pemanis buatan.

Ita Adnan

sumber:

http://kompas.co.id/index.php/read/xml/2008/05/02/11365773/rahasia.madu..yoghurt

Madu obat yang menyembuhkan bagi manusia (QS: An-Nahl: 69) Untuk pemesanan madu habbatussauda murni asli mesir no:1 Hub Bin Muhsin HP: 085227044550 / 021-91913103 email: binmuhsin_group@yahoo.co.id

Madu dan Diabetes

Pemahaman awam bahwa diabetes disebabkan oleh gula dan oleh karenanya orang yang sakit diabetes harus menghindari gula, ternyata tidak sepenuhnya benar. Ternyta tidak seluruh gula dapat menyebabkan diabetes.

Komponen gula terbesar yang berada di dalam madu adalah fructose yaitu jenis monosacharida yang dihasilhkan dari pemecahan gula disacharida yang terjadi di dalam perut lebah. Berbeda dengan gula disacharida yang memerlukan enzyme untuk dapat diserap tubuh, gula monosacharida dengan mudah dapat diserap tubuh tanpa memerlukan bantuan enzyme lagi.

Jadi berbeda dengan gula tebu yang berupa sucrose dari jenis disacharida yang memerlukan enzyme untuk dapat diserap tubuh, dan apabila enzyme tersebut berkurang maka timbullah penyakit gula – maka tidak demikian halnya dengan gula yang berasal dari madu. Madupun aman bahkan bagi para penderita diabetes.

Lebih jauh lagi, madu ternyata juga sangat efektif untuk mengobati luka akibat sakit diabetes yang sudah parah – dan ketika seluruh jenis obat sudah tidak mempan lagi. Berikut adalah kisah nyata yang belum lama ini dimuat di Journal of Family Practice.

Diceritakan di dalam journal tersebut seorang laki-laki yang berusia 79 tahun dan menderita diabetes golongan 2 yang sudah parah. Segala bentuk pengobatan modern telah ditempuh bahkan lelaki ini selama 14 bulan telah lima kali masuk rumah sakit dan 4 kali menjalani operasi. Biaya yang dikeluarkan telah mencapai US$ 390,000,- (Sekitar 3.5 milyar rupiah). Dengan segala upaya tersebut luka yang menganga di dua tempat sebesar 8 cm x 5 cm dan 3 cm x 3 cm tetap tidak sembuh meskipun telah diberi antibiotic terbaik yang ada. Bahkan lelaki tersebut telah kehilangan dua jarinya.

Lebih buruk lagi, dua team dokter yang menangani pasien tersebut berusaha meyakinkan pasien bahwa ia perlu diamputasi kakinya mulai lutut ke bawah karena apabila tidak maka nyawanya terancam. Pasien menolak amputasi tersebut dan sebelum dia mendapatkan informasi tentang madu, pasien ini kehilangan satu jari lagi.

Setelah mendapatkan informasi tentang madu, pasien ini mulai membeli madu di super market – mengoleskan pada luka-lukanya dan meninggalkan pengobatan dengan antibiotic lainnya. Karena pengobatan sekarang hanya dengan madu maka biayanya menjadi jauh lebih murah.

Dua minggu setelah menjalani pengobatan dengan madu, jaringan di tempat lukan mulai hidup kembali. Dalam rentang waktu 6 – 12 bulan, pasien tersebut telah sepenuhnya pulih kembali dan lukanya tidak kambuh kembali.

Maha suci Allah dengan kekuasaanNya dan kebenaran firmanNya. (IQ)
SUMBER:
http://safamedical.com/list.asp?c=5&j=5

Madu dan Cancer

Beberapa tahun belakangan ini para ilmuwan di berbagai Negara banyak yang mendalami madu sebagai obat. Salah satu yang telah mengumumkan hasil penelitiannya adalah Dr. Nada Orsolic dari University of Zagreb – Kroasia. Kita ketahui bahwa Negara-negara yang dulu bagian dari blok timur sebenarnya banyak yang maju dalam pengobatan dengan madu.

Hasil penerapan madu pada tikus percobaan menunjukkan hal-hal sebagai berikut :

• Tikus yang diberi makan madu sebelum diinjeksi dengan sel tumor ternyata memiliki pertumbuhan sel tumor yang lebih lambat.
• Tikus yang diberi royal jelly (produk lain dari lebah) ternyata memiliki penyebaran cancer yang rendah setelah diinejksi dengan sel tumor.
• Injeksi venom lebah pada tumor menyebabkan tumor mengecil.
• Injeksi dengan propolis (produk lain lagi dari lebah) menurunkan pertumbuhan tumor dan meningkatkan usia dari tikus percobaan.

Dalam pola pikir ilmuwan terutama ilmuwan non-muslim tersebut, madu harus dibuktikan dahulu kasiatnya sebelum direkomendasikan untuk pengobatan manusia – maka tikus-tikus pun dikorbankan untuk berbagai percobaan.

Bagi kita umat Islam sekali lagi apa yang mereka lakukan tersebut hanya sebagai tambahan pengetahuan karena kita sudah diberitahu melaui Al Qur’an dan Al Hadits bahwa madu sebagai obat bagi manusia – bukan hanya kaum muslimin. (IQ)
SUMBER:
http://safamedical.com/list.asp?c=6&j=6

Madu dan Antibiotika

Salah satu peneliti yang sangat mendalami masalah madu ini adalah Peter Nolan seorang ahli riset biokimia dari The University of Waikato – New Zealand. Peter Nolan mempunyai cerita favorit mengenai keandalan madu sebagai antibiotic ini, yaitu berdasarkan pengalaman langsung yang dialami seorang remaja Inggris berusia 20 tahun yang luka di tangannya tidak mempan diobati oleh berbagai jenis antibiotic. Remaja ini kemudian mendengar tentang pengobatan dengan madu dan minta dokternya untuk mengobati dengan madu. Karena berbagai cara telah dilakukan, maka team dokterpun tidak keberatan untuk mencoba cara lain dengan madu ini. Setelah pengobatan dengan madu berjalan selama satu bulan, ternyata luka di tangan remaja tersebut benar-benar sembuh dan tangannya dapat berfungsi kembali.

Selain madu ternyata dapat menumpas spesies microbial yang resistance terhadap antibiotic buatan manusia. Penggunaan madu sebagai antibiotic ternyata juga memiliki beberapa keunggulan antara lain :

• Pengobatan dengan madu tidak menimbulkan infalamsi
• Madu menyebabkan rasa sakit berkurang
• Madu membersihkan infeksi
• Madu menghilangkan bau pada luka
• Penyembuhan berjalan cepat tanpa menimbulkan bekas luka
• Madu bersifat antimicrobial yang dapat mencegah microba tumbuh
• Tidak menimbulkan rasa sakit pada saat penggantian pembalut karena tidak lengket
• Mempunyai stimulatory effect yang mempercepat tumbuhnya jaringan tubuh kembali

Hasil riset di universitas tersebut juga membuktikan madu lebih effective dari antibiotic buatan manusia seperti silver sulfadiazine.

Subhanallah, tanpa bukti inipun kami percaya kepada firmanMu ya Allah; kami percaya kepada sabda Rasulmu….bukti ilmiah ini hanya sebagai tambahan ilmu bagi kami…dan hujjah untuk menjelaskan kepada orang yang belum yakin akan kebenaran firmanMu. (IQ)
SUMBER:
http://safamedical.com/list.asp?c=4&j=4

Mengapa Tidak Yang Qur`ani… ?

Apabila kita atau salah satu dari anggota keluarga kita ada yang sakit, maka berusaha mencarai pengobatan untuk penyembuhannya adalah termasuk medan ikhtiar yang disunahkan – meskipun hanya Allah-lah yang bisa menyembuhkannya.

Namun ikhtiar yang mana yang kita harus tempuh ? jawabannya tergantung dengan banyak hal.

Ikhtiar pertama yang paling umum dilakukan adalah berobat ke dokter atau rumah sakit. Ikhtiar ini bagian dari yang diijinkan. banyak sekali temuan medis yang memang akhirnya bisa menjadi perantara penyembuhan kita – namun ingat bahwa hanya Allahlah yang menyembuhkan kita.

Meskipun banyak yang berhasil, namun ikhtiar dengan ke dokter maupun rumah sakit memang banyak juga yang tidak berhasil, konon 60 pCt terapi medis tidak berhasil atau paling tidak tidak menyembuhkan pasien secara 100 pCt.

Masalah lain dengan pengobatan melalui obat hasil pabrik farmasi besar dan berobat ke rumah sakit sering dianggap terlalu mahal. Hal ini tidak hanya terjadi di negara miskin dengan tingkat penghasilan penduduk yang rendah seperti Indonesia, tetapi hal yang sama juga dirasakan oleh penduduk negara maju seperti Amerika Berikat. Bahkan dalam salah satu buku yang terbit akhir tahun 2005 lalu ada disebutkan bahwa juaan penduduk Amerika bangkrut setiap tahunnya gara-gara tidak mamapu membiayai biaya kesehatannya. Lebih jauh buku tersebut juga meramalkan kebangkrutan Amerika kurang dari dua puluh tahun yang akan datang karena biaya kesehatan yang tidak tertahankan lagi. gejalanya sudah ada yaitu di bulan November tahun lalu ikon industri mereka General Motor sudah berencana merumahkan 30 000 buruh dan menutup 12 pabrik karena biaya kesehatan yang tidak tertahankan tersebut.

Nah kembali ke masalah kita, biaya kesehatan secara konvensional (dengan obat produksi pabrik dan/atau perawatan rumah sakit) yang sering tidak mampu kita tanggung ini – membuat sebagian besar masyarakat kita lari ke pengobatan alternatif.

Sayangnya pengobatan alternatif yang ada di masyarakat banyak yang mengandung syirik yang justru membahayakan akidah.

Musibah kesehatan yang seharusnya menjadi pengurang dosa-dosa kita apabila kita bersabar – malah sering menjadi musibah yang lebih besar – menjadi musibah akidah karena ketidak sabaran kita dalam berikhtiar di jalanNya.

Ada dua ciri pengobatan yang mengandung syirik dan harus kita hindari yaitu pertama apabila pengobatan yang dilakukan tidak masuk akal – misalnya mengoperasi tanpa alat operasi, memindahkan penyakit ke binatang dlsb. Kedua apabila pengobatan tersebut tidak ada tuntunannya. Bisa jadi akal manusia belum sampai kesana, tetapi apabila ada tuntunannya maka pengobatan ini boleh dilakukan.

Peengobatan yang belum sepenuhnya terjangkau dengan akal manusia sekarang namun ada tuntunannya adalah pengobatan dengan Bekam dan pengobatan dengan madu.

Khususnya madu, belakangan banyak sekali bukti-bukti ilmiah yang akhirnya menguatkan bahwa madu adalah obat yang bahkan lebih baik dari obat buatan pabrik. Madu juga merupakan obat yang murah, dan bahkan bisa diternakkan sendiri oleh kita apabila kita ingin meyakinkan keaslian hasilnya.

Jadi, ada obat yang murah dan sesuai akidah – yaitu madu – mengapa kita tertipu dengan yang mengandung syirik ?. (IQ)
SUMBER:
http://safamedical.com/list.asp?c=26&j=7

Misi apakah yang diemban lebah…?

Misi apakah yang diemban lebah…?

Dalam sejarah umur bumi telah terjadi sejumlah pemusnahan makhluk-makhluk bumi dan sejumlah umat terdahulu. Hal ini tercatat dalam Alqur’an maupun bukti-bukti ilmiah dari berbagai temuan fosil bumi.

Di dalam Al Qur’an kita dapat belajar bagaimana kaum Nabi Nuh, kaum Nabi Luth dan Kaum nabi Sholeh dimusnahkan oleh Allah. Namun jauh sebelum bumi dihuni manusia, konon di bumi selama jutaan tahun dihuni makhluk lain dan yang terbukti secara ilmiah adalah dinosaurus dan sejenisnya.

Dari sejumlah fosil makhluk bumi purba, dinosaurus dan sejenisnya hidup dibumi selama jutaan tahun sebelum akhirnya dimusnahkan Allah pada jaman MesoZoic antara 64-66 juta tahun lalu atau sekitar 65 juta tahun lalu.

Dibandingkan pemusnahan dinosaurus, pemusnahan yang menimpa kaum Nabi Nuh sebenarnya ‘relative baru’ atau secara kasar mungkin hanya sekitar 100 000 tahun lalu; orang-orang diluar Islam bahkan memperkirakannya hanya beberapa ribu tahun lalu – tetapi ini tidak mungkin menurut Islam karena yang jelas didalam Alqur’an dijelaskan bahwa Nabi Nuh berdakwah 950 tahun sebelum akhirnya berdoa kepada Allah untuk dimusnahkannya kaumnya yang tidak mendengar seruannya. Manusia yang umurnya mencapai hamper seribu tahun tidak hidup di jaman akhir-akhir ini termasuk jamannya mesir kuno sekitar 4000 tahun lalu. Pada jaman mesir kuno usia manusia sudah tidak jauh beda dengan usia kita sekarang – lihat mumi-mumi Fir’aun.

Bagi Islam kapan umat Nabi Nuh dimusnahkan bukanlah hal yang penting, yang terpenting adalah bagaimana kita bias mengambil pelajaran dari setiap kejadian pemusnahan tersebut.

Benang merah setiap umat yang dimusnahkan adalah karena keingkaran mereka atas keesaan Allah, penolakan mereka atas perintah Allah atau atas kesombongan mereka. Sebaliknya mereka yang diselamatkan adalah mereka yang mengesakan Allah, mematuhi perintah-perintahnya dan menjauhi larangan-larangannya.

Benang merah ini disarikan oleh Nabi Nuh dalam pesan kepada anak ketutrunannya menjelang ajal beliau, yaitu diperintahkan anak keturunannya untuk melaksanakan dua hal dan menjauhi dua hal.

Dua hal yang diperintahkan adalah pertama untuk menegakkan tauhid tidak ada Tuhan selain Allah, dan yang kedua adalah apabila tujuh lapis bumi dan tujuh lapis langit (surga) ditimbang di satu sisi dan disisi yang lain kalimat Tidak Ada Tuhan Selain Allah maka yang terakhir ini akan tetap lebih berat.

Dua hal yang dilarang atau diminta jauhi adalah pertama mensekutukan Allah dan yang kedua berbuat/bersikap sombong.

Lantas apa relevansinya cerita kemusnahan umat Nabi Nuh dengan Lebah di judul tulisan ini ? relevansinya adalah kemiripan misi yang dibawanya.

Bukti-bukti ilmiah dari fosil-fosil di jaman mesoZoic ternyata lebah dari sub family trigona seperti yang ada sekarang telah pula ada di jaman itu.

Lalu pertanyaannya adalah makhluk lain yang perkasa di jaman itu dimusnahkan oleh Allah tetapi lebah termasuk yang diselamatkan – misi apa yang dibawanya ?.

Misi lebah ini ternyata dijelaskan Allah sekitar 65 juta tahun kemudian yaitu melalui Al Qur’an surat An Nahl 68 – 69 berikut :

Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia”. Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.

Dari dua ayat tersebut jelas bahwa misi lebah dibumi adalah untuk mendampingi umat manusia dan menyediakan obat untuk manusia. Bahkan dari kalimat “….dan temnpat-tempat yang dibikin manusia” kita juga bias mengerti bahwa lebah adalah satu-satunya binatang yang didalam Al Qur’an sudah disebutkan untuk bekerja sama dengan manusia.

Mungkin agak sulit bagi kita untuk memahami mengapa misi menyediakan obat bagi manusia ini begitu pentingnya – sehingga lebahpun diselamatkan ketika terjadi pemusnahan makhluk-makhluk perkasa dijamannya. Tetapi misi tersebut menjadi lebih mudah kita pahami akahir-akhir ini khususnya bagi kita yang hidup di Indonesia.

Kemusrikan paling mudah menyerang umat Islam di Indonesia pada saat dia atau keluarganya menderita sakit, dengan mudah mereka mengambil jalan pintas ke perbagai pengobatan alternative – padahal berbagai pengobatan alternative yang ada sebagiannya mengandung kemusrikan. Disinilah pentingnya kita dalam memilih pengobatan (atau apapun masalah kita) untuk menggunakan tuntunan yang ada di Al –Qur-an dan Al Hadits. Dalam pengobatan contohnya yaitu Allah sendiri yang telah mengabarkan ke kita obat tersebut di dalam Al Quran lewat dua ayat tersebut diatas.

Bahkan ketika ada keraguan di hati kita, uswatun hasanah kita Rasulullah s.a.w. telah memberi contohnya bagaimana mengatasi keraguan tersebut dengan bersabda….”….Apa yang dari Allah pasti benarnya sedangkan perut saudaramu bisa berbohong”.

Jadi jelas bagi kita bahkan lebahpun punya misi mengesakan Allah, sama seperti misi utusan-utasan Allah yang diselamatkan seperti Nabi Nuh, Nabi Luth dan nabi Sholeh. (IQ)
SUMBER:
http://safamedical.com/list.asp?c=25&j=3

KEAJAIBAN MADU

Tahukah Anda, betapa madu merupakan sumber makanan penting yang disediakan Allah untuk manusia melalui serangga kecil ini? kandungan gizi utama madu adalah aneka senyawa karbohidrat seperti gula fruktosa (41,0%), glukosa (35%), sukrosa (1,9%), dan dekstrin (1,5%). Karbohidrat madu ikut menambah pasokan sebagian energi yang diperlukan balita. Kadar protein dalam madu relatif kecil, sekitar 2,6%. Namun kandungan asam aminonya cukup beragam, baik asam amino esensial maupun non-esensial. Asam amino tersebut turut pula memasok sebagian keperluan protein tubuh balita.

Vitamin yang terdapat dalam madu antara lain vitamin B1, vitamin B2, B3, B6, dan vitamin C. Sementara mineral yang terkandung dalam madu antara lain kalium, natrium, kalsium, magnesium, besi, tembaga, fosfor, dan sulfur. Meskipun jumlahnya relatif sedikit, mineral madu merupakan sumber ideal bagi tubuh manusia karena imbangan dan jumlah mineral madu mendekati yang terdapat dalam darah manusia. Penelitian menunjukkan, madu juga mengandung faktor pertumbuhan.

Dilaporkan, stek batang pohon yang dicelupkan dalam madu akan lebih cepat berakar dan tumbuh lebih baik dibandingkan dengan stek yang ditanam tanpa perlakuan madu.
Perbandingan kadar zat gizi madu secara umum terhadap gula pasir dapat dilihat pada tabel 2.
Madu juga mengandung zat antibiotik. Kandungan ini merupakan salah satu keunikan madu.

Penelitian Peter C. Molan (1992), peneliti dari Departement of Biological Sciences, University of Waikoto, di Hamilton, Selandia Baru membuktikan, madu mengandung zat antibiotik yang aktif melawan serangan berbagai patogen penyebab penyakit. Beberapa penyakit infeksi berbagai patogen yang dapat “disembuhkan” dan dihambat dengan (minum) madu secara teratur antara lain penyakit lambung dan saluran pencernaan; penyakit kulit, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), batuk dan demam; penyakit jantung, hati, dan paru; penyakit-penyakit yang dapat mengganggu mata, telinga, dan syaraf.

Berdasarkan hasil penelitian Kamaruddin (1997), peneliti dari Departement of Biochemistry, Faculty of Medicine, Universiti of Malaya, di Kualalumpur, paling tidak ada empat faktor yang bertanggung jawab terhadap aktivitas antibakteri pada madu. Pertama, kadar gula madu yang tinggi akan menghambat pertumbuhan bakteri sehingga bakteri tersebut tidak dapat hidup dan berkembang.

Kedua, tingkat keasaman madu yang tinggi (pH 3.65) akan mengurangi pertumbuhan dan daya hidupnya sehingga bakteri tersebut merana atau mati. Ketiga, adanya senyawa radikal hidrogen peroksida yang bersifat dapat membunuh mikroorganisme patogen. Dan faktor keempat, adanya senyawa organik yang bersifat antibakteri. Senyawa organik tersebut tipenya bermacam-macam. Yang telah teridentifikasi antara lain seperti polyphenol, flavonoid, dan glikosida.

Sebagaimana firman Allah dalam Al Quran, madu adalah “obat bagi manusia”. Fakta ilmiah ini telah dibenarkan oleh para ilmuwan yang bertemu pada Konferensi Apikultur Sedunia (World Apiculture Conference) yang diselenggarakan pada tanggal 20-26 September 1993 di Cina.

Konferensi tersebut membahas pengobatan dengan menggunakan ramuan yang berasal dari madu. Para ilmuwan Amerika mengatakan bahwa madu, royal jelly, serbuk sari, dan propolis dapat mengobati berbagai penyakit. Seorang dokter Rumania mengatakan bahwa ia mengujikan madu untuk pengobatan pasien katarak, dan 2002 dari 2094 pasiennya sembuh total. Para dokter Polandia juga menyatakan dalam konferensi tersebut bahwa resin lebah dapat membantu penyembuhan banyak penyakit seperti wasir, masalah kulit, penyakit ginekologis, dan berbagai penyakit lainnya.